Fiqh Ibadah di Musim Dingin

TAUSIYAH ONLINE KIBAR – LOKALITI EDISI 1

28 November 2020

Penceramah: Imam Shamsi Ali

  • Director/Imam of Jamaica Muslim Center, New York, USA
  • President of Nusantara Foundation, USA

Pembukaan

  • Pentingnya terus meningkatkan dan menjaga cinta kepada Rasulullah. Karena cinta kepada Rasulullah karena adalah salah satu substansi dasar dari keimanan
  • Hendaknya menjadikan segala peristiwa dan tantangan yang terjadi seperti kasus penghinaan kepada Rasulullah, Al-Quran dibakar, dan peristiwa 9/11 sebagai kesempatan untuk berdakwah
  • Acara “Tausiyah Online Kibar – Lokaliti” adalah perwujudan dari fitrah. Fitrah dari manusia adalah mencari kebaikan. Dalam konteks tausiah hari ini, adalah upaya kita bersama untuk mencari kebaikan dan membahas masalah-masalah Fiqh dan masalah-masalah praktis khususnya sebagai muslim di Eropa
  • Menjadi seorang muslim di negara-negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat adalah bentuk “jihad” kita untuk menjaga komitmen beragama. Hal ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab besar bagi komunitas muslim di LN. Jangan sampai keluarga kita lepas dan tidak berkomitmen beragama. Padahal, agama perlu menjadi fondasi bagi kita semua
  • Para muslimin yang ada di luar negeri, khususnya di negara-negara dengan minoritas muslim, adalah da’i. Dalam hal ini, dakwah yang paling efektif adalah dengan keteladanan. Maka muslim di luar negeri / di negara-negara barat harus memberikan gambaran atau contoh positif, menjadi solusi, menjadi cahaya bagi masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat Islam Indonesia di LN memiliki potensi yang besar untuk menjadi garda terdepan untuk mencerminkan Islam di dunia sebagai Islam yang moderat, Islam yang menjadi Rahmatan-lil-alamin (rahmat bagi semesta), dan Islam yang menjadi solusi

Tanya Jawab

  • Pertanyaan: Bagaimana cara yang paling tepat menjelaskan perbedaan mazhab yang digunakan seperti perbedaan waktu Shalat atau berbuka untuk para mualaf asli Eropa. Ketika mereka bertanya mereka pilih Mazhab yang mana yang bisa mereka ikuti, bagaimana sebaiknya saran kita?

Jawaban: Apa itu mazhab? Mazhab adalah pendapat imam tentang Syariah. Mazhab menjadi hal yang tidak dapat dilepaskan dari beragama Islam karena Syariah perlu ditafsirkan dan perlu ada pemahaman. Hal ini yang disebut Fiqh, oleh sebab itu terdapat perbedaan-perbedaan karena ini berdasarkan tafsir dan pemahaman. Lalu bagaimana menyikapi perbedaan ini? Jawabannya adalah ikut kepada komunitas lokal. Tujuannya agar mencegah perpecahan dan kekisruhan yang justru dapat memunculkan mudarat yang lebih besar.

  • Pertanyaan: Bagaimana cara membangkitkan orang Indonesia untuk aktif dalam pengajian?

Jawaban: Pada satu sisi, kita harus menyadari dan memahami kondisi teman-teman kita yang lain. Tapi sisi lain, kita harus bisa kreatif untuk membangkitkan orang Indonesia untuk aktif dalam pengajian. Misalnya, karena orang Indonesia suka kumpul-kumpul dan makan-makan, jadi pengajian dibungkus dengan acara-acara seperti piknik bersama, arisan, dan lain sebagainya. Pada intinya, metode dakwah kita jangan “bulldozer”, tetapi perlu ada strategi sehingga membuat pengajian lebih menarik.

  • Pertanyaan: Jika pakaian kita kena najis tapi susah membersihkan karena kita berada di posisi yang jauh dari rumah sehingga susah menggantinya, apa yang perlu kita lakukan? Bagaimana Fiqhnya?

Jawaban: Diusahakan untuk dicuci semampunya. Selebihnya, Allah yang menentukan terima atau tidaknya shalatnya. Allah tidak akan membebani. Daripada kehilangan Shalat Ashar, lebih baik kita usahakan membersihkan najis dengan semampunya.

  • Pertanyaan: Bolehkah menggabungkan Shalat karena ada kuliah atau meeting yang tidak bisa ditinggal?

Jawaban: Kalau memang itu sama sekali tidak bisa ditinggalkan, dikembalikan ke masing-masing individu untuk menilai sejauh mana kondisi tersebut darurat. Karena darurat sangat subjektif. Definisi darurat dapat dimaknai sebagai kondisi hidup dan mati. Tetapi pada akhirnya kembali ke hati nurani masing-masing dan silahkan menimbang-menimbang apakah memang ini darurat atau apakah memang karena kita yang lemah.

  • Pertanyaan: Bagaimana strategi menjaga motivasi untuk aktif dalam pengajian di masa pandemik seperti sekarang? Lalu bagaimana tetap meningkatkan ukhuwah di tengah banyaknya perbedaan di internal Islam sendiri.

Jawaban: Hal yang menarik dari pengajian-pengajian online adalah Jemaah akan cenderung melihat siapa yang akan diundang. Mari kita kedepankan Allah SWT (Lillahi Ta’ala). Kita tidak melihat siapa yang membawakan materi, tetapi niatkan kita belajar Islam dan karena Allah SWT. Kedepankan keikhlasan, niatnya mencari ilmu, keberkahan, dan keridhaan Allah SWT. Karena yang mengajarkan adalah Allah SWT. Siapa pun yang menjadi penceramah, pasti ada satu dua kebaikan yang bisa kita petik. Selain itu, yang terpenting adalah ukhuwah karena ini merupakan salah satu masalah utama umat Islam saat ini.

  • Pertanyaan: Ketiduran jadi terlewat Ashar, apa yang harus kita lakukan?

Jawaban: Shalat di qadha jika memang tidak sengaja terlewat seperti ketiduran

  • Pertanyaan: Apakah ada pedoman untuk menentukan kadar darurat? Apakah kalau di musim dingin di mana air sangat dingin, boleh melakukan tayamum?

Jawaban: Kembalikan ke masing-masing untuk menilai apakah itu memang kondisi darurat.

  • Pertanyaan: Bagaimana hukumnya (dan bagaimana cara menjelaskan) ke anak laki2 yang sekolah SD yang tidak bisa Shalat Dzuhur/Jum’at karena masih di sekolah, terutama di musim dingin yang jam pulang sudah masuk Ashar

Jawaban: Dalam menghadapi masalah seperti ini, kita perlu menanamkan ke anak kita bahwa Islam selalu memberikan solusi. Islam tidak rigid, kaku dan menyusahkan. Itulah kelebihannya Islam.

  • Pertanyaan: Bagaimana bisa mengingatkan teman kita yang sudah terwarnai dengan budaya barat meski pun masih muslim sehingga terkadang masih mau ikut Shalat tetapi lebih banyak/sering “lepas”. Ketika kita ingatkan misalnya, mereka berdalih bahwa orang luar (british/non-Indonesia) juga mereka berlaku baik , mempunyai akhlak yang baik dan sopan tanpa harus didasari dengan agama. Sehingga akhirnya merasa agama tidak diperlukan?

Jawaban: Yang perlu ditekankan adalah sebagai seorang muslim, kita punya kewajiban untuk berbuat baik dari dua sisi dan keduanya tidak bertabrakan. Baik secara vertikal (kepada Allah SWT) dan baik secara horizontal (tidak hanya kepada muslim, tetapi juga kepada manusia lain, bahkan kepada alam dan binatang).

  • Pertanyaan: Bagaimana tentang penerjemahan tafsir sunah maupun Al Quran dalam bahasa lokal (misalnya terjemahan Bahasa Indonesia) yang sejauh ini ternyata banyak mengandung penerjemahan tafsir dengan pengaruh kuat kosakata warisan Hindu. Termasuk kata dalam Bahasa Indonesia: ‘agama’ dan kata ‘maha esa; yang mengakar etimologinya dari kosakata Hindu ‘kitab agam’, dan dewa Shiva dengan nama lain mahesa menurut kitab Hindu.

Jawaban: Pentingnya kita memahami bahwa pemahaman kitab suci tidak sebatas terjemahan. Dalam hal ini penting kita memahami bahasa Al-Quran yang Allah SWT jaga hingga hari akhir nanti. Memang terjemahan bisa berbeda-beda karena penerjemah punya keterbatasan ekspresi dan akal. Dalam konteks Indonesia, tidak bisa dilepaskan dalam bahwa sejarah Islam masuk di Indonesia sudah berkembang Hindu. Apakah salah? Jangan dulu disalahkan karena ketika Islam datang, Islam tidak menghancurkan kebudayaan. Sebagai contoh, makna: Esa, walaupun esa datang dari kitab Hindu, belum tentu yang kita maksud esa sama dengan pemahaman orang Hindu. Penggunaan frase “Tuhan yang Maha Esa” dalam Pancasila juga bertujuan agar bisa dipahami oleh semua agama, dengan pemahamannya masing-masing

Penutup

  1. Proses kita mempelajari Islam adalah proses kehidupan. Jangan pernah merasa Islam kita sempurna. Ujung dari kita mempelajari Islam adalah ketika kita sudah meninggal. Oleh sebab itu, penting bagi kita terus untuk mempelajari Islam termasuk melalui forum-forum pengajian
  2. Terus menjaga generasi kita
  3. Terus menjadi ambassador bagi Islam dengan menunjukkan akhlak kita yang baik. Orang Islam Indonesia punya potensi besar menjadi cerminan ke masyarakat internasional bahwa Islam adalah moderat, Islam adalah Rahmatan-lil-alamin (rahmat bagi semesta), dan Islam adalah solusi dari berbagai permasalahan yang ada

Leave a Reply

Your email address will not be published.