Panduan Praktis Berangkat Umroh dari Inggris (bagian 2)

masjidil-haram-mekah-saudi-arabia

Dokumen yang perlu dipersiapkan

Pastikan semua dokumen yang diperlukan sudah dipersiapkan dengan baik. Perlu dipertimbangkan apabila calon peserta umroh perempuan, maka diwajibkan untuk didampingi oleh mahrom laki-laki. Adapun berkas dokumen yang diperlukan untuk pengurusan visa umroh sebagai berikut:

  1. Passpor asli

  2. Visa tinggal di UK (berumur minimal 6 bulan ke depan)

  3. Photo berwarna (ukuran 4×6)

  4. Kartu nikah (jika suami istri) atau surat keterangan jika ada hubungan keluarga (bisa ditulis sendiri)

  5. Mengisi formulir pendaftaran umroh

 

Apabila semua dokumen sudah disiapkan, maka pihak travel (melalui pihak jasa pengurusan visa khusus) akan memproses pengurusan visa umroh di kedutaan Arab Saudi di Inggris. Setelah visa umroh disetujui, pastikan calon peserta umroh mengurus vaksin Meningitis (halal*) yang bisa didapatkan gratis di NHS serta meminta sertifikat bahwa kita sudah diberi vaksin Meningitis. Adapun tujuan vaksin Meningitis ini adalah untuk menjaga kekebalan tubuh selama umroh karena negara Arab Saudi adalah endemik virus Meningitis.

 

*Catatan: Untuk vaksi meningitis halal di UK berlabel Meningitis ACW&Y Vaccination

 

Persiapan sebelum terbang*)

Pastikan calon peserta umroh mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Passport serta visa umroh (biasanya terdapat stiker khusus untuk umroh)

  2. Tiket pesawat terbang (London-Jeddah PP)

  3. Surat booking hotel + voucher breakfast selama umroh (itenary)

  4. Baggage Tags serta gelang code umroh (Pilgrim Barcode Wrisband) dari travel umroh

  5. Buku panduan umroh

  6. Sertifikat Meningitis

  7. Pakaian Ihram (wajib untuk laki-laki) yang terdiri dari dua lembar kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak (kain ihram ini dapat dibeli di ebay.com/ di travel umroh), sedangkan untuk perempuan pakaian busana muslim yang menutup aurat sesuai dengan syariat islam, tidak boleh memakai sarung tangan, serta tidak dibenarkan memakai niqob/ cadar.

  8. Pakaian kaos/ kemeja/ pakaian koko/ pakaian batik/ celana, dll (light clothing) serta jaket/ jumper (jika di Arab Saudi musim dingin).

  9. Obat-obatan pribadi

  10. Mata uang real (utk Arab Saudi) secukupnya (perkiraan umroh selama 10 hari sekitar 1.000-2.000 real) atau lebih praktis membawa kartu debit/ visa yang bisa melakukan transaksi selama di Arab Saudi

  11. Sabuk/ tas pinggang untuk pengikat pakaian ihram

  12. Tas kecil untuk tempat dokumen selama umroh, seperti: passport, dompet, al-quran, HP, dll.

  13. Sandal jepit

 

*) Ada beberapa travel yang mempersiapkan/ membawa ‘semua dokumen‘ dan akan memberikan kepada kita saat kita akan berangkat pada hari H di airport.

 

Penerbangan dari London ke Jeddah

  1. Pastikan calon peserta umroh datang ke airport*) 3 jam sebelum jadwal penerbangan. Datangilah counter khusus ‘customer assistance‘ untuk mempercepat proses check-in di airport. Perlu diperhatikan ketentuan kuota bagasi (petunjuk detail dapat dibaca di tiket). Pakaian ihram jangan dimasukkan dalam tas bagasi (masukkan dalam tas cabin).

  2. Usahakan calon peserta umroh sudah mandi besar, memakai wangi-wangian yang terbaik pada tubuh (tidak pada pakaian ihram) sebelum berangkat umroh.

  3. Usahakan sudah memakai pakaian ihram ketika berada di bandara (sebelum memasuki pesawat). Hal ini dikarenakan lokasi miqot berada diatas udara (miqot akan dijelaskan pada bab berikutnya). Apabila kita memakai pakaian ihram diatas pesawat, akan sedikit kesulitan karena luas toilet untu ganti pakaian relative kecil.

  4. Apabila ada masalah terhadap penerbangan (misalnya pesawat cancel terbang karena masalah tertentu), silahkan menghubungi travel umroh secepatnya untuk melaporkan kejadian ini.

*) Untuk umroh dari Inggris biasanya berangkat dari Heathrow atau Gatwick airport London (tergantung pada maskapai penerbangan dan mitra travel umroh).

 

Seputar miqot dan ihram

  1. Miqat adalah lokasi/ tempat dimana kita wajib mengenakan pakaian ihram serta memulai niat umroh. Ketika kita berangkat umroh dari Inggris, maka miqot akan berada diatas udara di dalam pesawat (perkiraan 20 menit sebelum pesawat mendarat di Jeddah). Secara teknis, petugas/ kru pesawat akan memberitahukan kepada penumpang melalui pengumuman speaker/ layar monitor bahwa ‘miqot sudah bisa dilakukan mulai dari sekarang’.

  2. Mulailah ber-ihram dari miqat dengan mengucapkan niat umroh “Labaika ‘umrotan, Alloohumma haadzihi umroh laa riyaa’a fiihaa wa laa sum’ah” (Aku penuhi panggilanMu (ya Allah untuk melaksanakan ibadah) umrah. Ya Allah, ini adalah umrah yang tidak ada riya’ (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar) di dalamnya.’ (HR. Bukhari dan Al-Baihaqi).

 

Sesampainya di Jeddah

Apabila pesawat sudah landing, maka sesampainya di bandara King Abdul Aziz International Airport – Jeddah, beberapa hal perlu diperhatikan:

  1. Sebelum pesawat mendarat, pastikan anda sudah melengkapi ‘the immigration landing card’ serta memakai gelang code umroh (Pilgrim Barcode Wrisband).

  2. Mengantrilah pada lajur pengecekan passport dan visa khusus untuk umroh serta tunjukkanlah semua dokumen (passport dan visa umroh) kepada petugas bandara ‘immigration desk’ (termasuk apabila ditanyakan sertifikat meningitis/ dokumen surat nikah/ dokumen dari travel, maka tunjukkan sertifikat tersebut kepada petugas).

  3. Selanjutnya menuju ke tempat pengambilan bagasi (baggage reclaim) dan Customs di area hall kedatangan. Perlu diperhatikan disini, banyak porter (tukang bantu angkat barang) yang bisa berbahasa Indonesia, meskipun mereka bukan asli orang Indonesia.

  4. Setelah keluar dari bandara, berusahalah tetap bersikap tenang dan sabar. Suasana di terminal umroh/ hajj akan tampak ramai dengan jamaah umroh dari berbagai negara serta terbatasnya fasilitas umum, seperti toilet, kamar mandi, musholla.

  5. Apabila travel umroh mengcover transportasi dari Jeddah ke Mekah, maka kita langsung diarahkan ke petugas/ counter biro transport yang disebut ‘Tasheel’. Petugas dari Tasheel akan mendatangi kita dan mengambil passport kita. Disini kita perlu tetap waspada serta terus mengawasi kemana passport kita dibawa oleh petugas Tasheel. Proses ini memerlukan waktu sekitar 30-60 menit, apabila semua proses sudah selesai, petugas Tasheel akan memberikan passport kepada kita serta mengarahkan langsung ke mobil yang akan membawa kita dari Jeddah ke Mekah.

  6. Apabila travel umroh tidak meng-cover biaya transport dari Jeddah ke Mekah, maka rekomendasinya bisa menyewa mobil/ taxi/ naik bus umum (info detail dapat ditanyakan kepada petugas di bandara).

Sesampainya di Mekah

  1. Biro transport akan menghantarkan kita sampai ke pintu hotel. Pastikan kita segera check-in di hotel. Apabila diperlukan untuk istirahat, luangkan sedikit waktu untuk beristirahat di kamar hotel (umumnya hotel di Arab Saudi check-in jam 4pm dan check-out jam 1pm. Apabila kedatangan kita sebelum jadwal check-in, maka kita dapat menunggu di lobi hotel dengan tetap menjaga keamanan barang bawaaan kita).

  2. Perlu diingat, posisi kita sudah berihram, jadi hindarilah hal-hal yang membatakan ihram, seperti: mencukur atau memotong rambut; memotong kuku; memakai parfum; melaksanakan akad nikah; bercumbu disertai syahwat; jima; berburu; menutup kepala bagi laki-laki; memakai pakaian berbentuk (berjahit) bagi laki-laki; serta memakai sarung tangan dan penutup wajah (cadar/niqab) agi perempuan.

  3. Apabila memungkinkan, segerakanlah melaksanakan ibadah umroh sesuai dengan syariat islam (buku panduan terlampir)

  4. Jika kita memerlukan muthawif (pemandu umroh), usahakan mencari muthawif orang Indonesia/ student dari Indonesia yang belajar di Mekah (bisa ditanyakan kepada petugas hotel atau jamaah umroh lain dari Indonesia yang ditemui di hotel). Tetapi, jika pihak travel sudah menyediakan pemandu umroh, maka kita tidak perlu mencari muthawif sendiri. Kita bisa melaksanakan umroh sesuai dengan jadwal/ panduan dari travel.

  5. Usahakan kita melakukan umroh di hari pertama ketika sampai di Mekah. Hal ini dimaksudkan untuk memperbanyak peluang ibadah serta meng-explore kota Mekah. Beberapa hal yang bisa dilakukan setelah melakukan umroh di hari pertama:

  1. Perbanyaklah ibadah di masjidil haram, misalnya sholat fardhu, sholat sunah, mengaji al-qur’an, berdoa, i’tikaf, dll.

  2. Jika memungkinkan, rencanakanlah di hari kedua untuk menelusuri jejak tempat-tempat bersejarah (misalnya: jabal tsur, gua hira, dll) serta napak tilas lokasi ibadah haji (Mudzalifah, arafah, mina, dll.).

  3. Adapun jika berkenan, dipersilahkan menuju titik miqot dengan keluar dari kota Mekah (misalkan Ji’ronah (masjid), Tan’eim, atau Hudaibiyah) dan meniatkan utk umroh di hari kedua (umroh ini bisa dibadalkan/ diperuntukkan bagi orang tua kita/ saudara kita/ umat muslim lainnya).

  4. Usahakan menyewa mobil/ taksi dengan biaya sekitar 200-300real selama tour sehari.

  1. Di hari ketiga, dst. Setelah menyelesaikan serangkaian ibadah umroh, kita dihalalkan/ dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang (poin 2 diatas); serta perbanyaklah ibadah di masjidil haram (seperti poin 5a)

  2. Perbanyaklah minum air zam-zam selama berada di Mekah (untuk meminimalisir kekurangan cairan pada tubuh/ dehidrasi).

  3. Jika kita membeli makanan, perhatikan kebersihan serta jenis makanan yang cocok dengan selera kita. Banyak restaurant/ warung disekitar masjidil haram yang menyediakan makanan selera asia.

  4. Usahakan selama di Mekah, kita memperbanyak doa di lokasi-lokasi yang mustajab, misalnya di hijr Ismail, di belakang maqam Ibrahim, di bukit shofa dan marwah, dll.

  5. Jangan lupa untuk membawa/ membeli air zam-zam dalam kemasan botol besar/ galon (jatah maksimal setiap peserta umroh adalah 10 liter air zam-zam) –

Bersambung

Bagian 1
Di kumpulkan oleh: Mochammad A. Junaidi – Jamaah KIBAR – UK mukim di Southampton

Posted in Artikel, Ulasan/Rekomendasi and tagged , , .

Leave a Reply