Niat dan Waktu Puasa

NIAT

Oleh: Abdullah Saleh Hadrami

Wajibnya Berniat Puasa Sebelum Terbit Fajar Shadiq (Waktu Subuh) Ketika Puasa Wajib:

Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar untuk puasa maka tidak ada puasa baginya”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan al-Baihaqi dengan sanad sahih)

Beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam harinya maka tidak ada puasa baginya.” (HR. An-Nasa?i, Al-Baihaqi dan Ibnu Hazm dengan sanad sahih)

Kewajiban untuk berniat sejak malam itu khusus bagi puasa wajib, karena Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam pernah mendatangi Ibunda ?Aisyah radhiallahu anha (pada bulan lain) selain bulan Ramadhan, beliau ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam berkata: “Apakah engkau mempunyai santapan siang ? Kalau tidak ada aku berpuasa”. (HR. Muslim)

WAKTU PUASA

Waktu puasa adalah dari terbit fajar shadiq (waktu Subuh) sampai terbenam matahari (waktu Maghrib) berdasarkan firman Allah Ta?ala dan sabda Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam:

Allah Ta?ala berfirman: ??dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.? (QS. Al-Baqarah: 187).

Ketika turun ayat tersebut sebagian sahabat Nabi ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam sengaja mengambil ?iqal (tali yang dipakai untuk mengikat onta), kemudian mereka letakkan dibawah bantal-bantal mereka, atau mereka ikatkan dikaki mereka. Dan mereka terus makan dan minum hingga jelas dalam melihat kedua ?iqal tersebut (membedakan antara yang putih dari yang hitam).

Dari ?Adiy bin Hatim ?Radhiallahu ?Anhu berkata : “ketika turun ayat: “?hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam.” Aku mengambil ?iqal hitam digabungkan dengan ?iqal putih, aku letakkan di bawah bantalku, aku terus melihatnya pada waktu malam hingga jelas bagiku (tampak yang putih dari yang hitam). Pagi harinya aku pergi menemui Rasulullh  Shallallahu Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan kuceritakan kepada beliau perbuatanku tersebut. Beliaupun bersabda: “Maksud ayat tersebut adalah hitamnya malam dan putihnya siang”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Umar ?Radhiallahu ?Anhu berkata, Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Jika malam datang dari sini, siang menghilang dari sini, dan telah terbenam matahari, maka berbukalah orang yang puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)…www.hatibening.com

(c) Hak cipta 2008 – Hatibening.com
Posted in Artikel, Ramadhan and tagged , .

Leave a Reply